Masjid 99 Kubah: Kebesaran yang Murung

Masjid 99 Kubah: Kebesaran yang Murung

Tadi sore (Sabtu, 8/5) saya mengajak anak-anak buka puasa di luar. Ramadhan hampir usai, sesekali tidak salah mengajak mereka jalan sore, ngabuburit, mengganti suasana. Tujuan kami adalah kawasan Center Point…

Mengisi Bensin Siang Ini

Usai Rapat Koordinasi saya kembali ke kampus. Mohon maaf teman-teman Humas PTN se-Indonesia, kali ini saya harus gagal menjadi tuan rumah yang baik. Ada acara workshop pimpinan perguruan tinggi Indonesia…

Warkop Yang Melengkapi Makna

Ada semacam senang setiap kali mampir disini. Namanya Warkop 51, di depan kompleks perumahan Bukit Khatulistiwa (saya menyebutnya "Bukatul"), di daerah Daya, Makassar. Selain kopinya yang enak, suasana ramai anak-anak…

Makassar dan Kenangan, eh Genangan

Waktu itu tahun 2013. Di sela-sela studi di Kyoto, saya sempatkan ke Makassar. Kebetulan sedang hajatan jelang pemilihan walikota Makassar. Seperti biasa, setiap sudut kota penuh poster dan baliho. Apalagi…

Hilangnya Hak Asasi Warga di Jalan-jalan Makassar

Beberapa ruas jalan di dalam Kota Makassar sedang dalam pembenahan.  Yang maksud “pembenahan” disini adalah: jalan-jalan yang sebenarnya masih bagus itu dilapisi dengan konstruksi beton.  Pembenahan jalan ini dilakukan begitu saja, tanpa memikirkan kepentingan warga Makassar. Sungguh praktek pembangunan yang tanpa akal sehat, berdampak pada pengabaian hak asasi warga Kota Makassar.

Saya menggunakan kendaraan melewati jalan raya yang biasa, menyusuri ruas Jalan Abdullah Daeng Sirua dari Tello menuju hendak menuju kawasan Panakukkang. Akan tetapi, tiba-tiba saja kali ini saya terjebak kemacetan luar biasa. Hingga lebih 2 jam terjebak tidak bisa maju dan tidak bisa mundur.  Penyebabnya, sedang terjadi penyempitan jalan, karena seperempat jalur jalan sepanjang beberapa puluh meter tidak bisa dilewati, akibat semen pelapis yang belum kering.  Di depan sana, terjadi “bottle neck”, penyempitan jalan yang berlanjut dengan kendaraan yang akan bergerak pada arah berlawanan, terkunci saling berhadap-hadapan.

Makassar Bersih dan Tragedi Milik Bersama

Dalam pengelolaan lingkungan hidup, terdapat istilah populer yang disebut “tragedy of the common”. Garret Hardin telah menulis artikel dengan judul itu di jurnal prestisius Science pada 1968. Sayangnya, banyak pengelola…

Pembukaan Konsulat Australia di Makassar

Pemerintah Australia berencana membuka Kantor Perwakilan di Makassar. Wacana ini telah dilontarkan sejak awal tahun 2015. Namun, pembahasan sempat terhenti akibat eksekusi mati dua warga negara Australia yang terlibat kasus…