Kalau Jadi Presiden, Hati-hatilah Berpidato

Bagi orang Indonesia yang tinggal di Jepang, tempe dan Rustono adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan.  Ya, dapat dikatakan 100% kebutuhan tempe di Jepang dipasok oleh Rustono, seorang lelaki asal Grobogan, Jawa Tengah yang memiliki pabrik tempe terpopuler (mungkin satu-satunya, dan juga yang pertama) di Shiga, Jepang.

Minggu, 19 Januari 2013, saya dan rekan-rekan Kyoto Muslim Indonesia (KMI) berkesempatan menemui Rustono, berkenalan, dan ngobrol-ngobrol (tepatnya mendengarkan dia ngobrol) tentang pengalamannya mengawali bisnis tempe di Jepang (saya akan menulis khusus tentang ini di postingan lain).  Pada kesempatan itu, ada satu kalimat (semacam keluhan kecil) yang sempat ia lontarkan: “soal dampak buruk kata-kata “bangsa tempe” yang pernah dilontarkan Bung Karno.

Pacar Gelap Presiden, Adakah Batas Privacy Untuknya?

Presiden mempunyai pacar gelap, atau marilah kita terang-terangan saja menyebutnya: berselingkuh.  Itu bukan perbuatan baik. Selain cermin ketidakjujuran, juga pertanda penipuan. Begitu buruknya stigma sosial terhadap selingkuh, sampai-sampai di banyak daerah di Indonesia sebutan bagi seorang wanita yang menjadi pasangan selingkuh adalah “wanita piaraan”.  Keramaian dan kerumitan akan meningkat dengan fakta bahwa yang berselingkuh adalah seorang presiden, sebab debatnya bukan saja pada tataran etika dan moral, tetapi akan menjangkau wilayah hukum dan politik.

Sang presiden marah besar ketika perselingkuhannya diplublikasikan massif oleh media massa.  Ia merasa bahwa urusan asmara dan percintaannya, urusan hati dan perasaannya, adalah wilayah privat yang tidak boleh dimasuki dan dicampuri siapapun tanpa seijin dirinya, bahkan negara sekalipun.  Ya, presiden juga manusia.  Begitu kira-kira di pikirannya. Sementara wanita kekasih gelap sang presiden mengambil langkah hukum, menggugat majalah yang menurunkan laporan tujuh halaman kehidupan pribadinya bersama presiden.  Sementara sang presiden, sebagaimana halnya politisi yang kelebihan timbangan di kepalanya, mengatakan akan pikir-pikir dulu.

Memori Kerumunan dan Dosa Dua Ariel

Pada 11 Januari 2014, berita duka datang dari Israel. Mantan pemimpin negara itu, yang juga dikenal sebagai legenda medan perang, wafat.  Namanya Ariel Scheinermann.  Akan tetapi ia lebih dikenal masyarakat…

Waspada Jebakan Konferensi Internasional Abal-abal

Dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia pendidikan tinggi Indonesia diramaikan oleh perbincangan tentang "presentasi di konferensi internasional".  Perbincangan ini menghangat, terutama sejak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) memberlakukan aturan baru:…

Semua Berawal dari Inovasi, dan Keberanian

Apakah Anda pengguna laptop?  Sebagian besar professional, manager, aktivis, jurnalis hingga mahasiswa dan orang biasa kini akrab bahkan memiliki perangkat ini.  Laptop atau variasi-variasinya seperti notebook, atau netbook adalah perangkat yang…

Bertemu Pimpinan KPK Itu Susah-Susah Gampang

Pada awal bulan September 2013, professor saya mengirim e-mail.  Beliau memberitahukan akan datang ke Jakarta untuk bertemu dan melakukan wawancara dengan beberapa stakeholder anti-korupsi, dan meminta saya membuatkan jadwal, mengaturkan…