Orang Jepang Bisa Tidur Dimana Saja…

Kita mungkin sering mengalami serangan kantuk ketika masih berada di tempat aktivita sehari-hari (kantor, sekolah, atau mungkin di jalan).  Ini sangat lazim.  Namun, di Jepang, ada kebiasaan yang unik oleh orang-orang yang terserang kantuk ketika tidak dirumah, yaitu mereka tidur dimana saja memungkinkan.

Seorang mahasiswa di Doshisha yang tidur sambil duduk di kursi kantin kampus. (Foto: Ishaq)

Dulu, ketika kantor-kantor pemerintah dan swasta di Indonesia masih menerapkan 6 hari kerja, orang biasanya pulang kantor pukul 13.30.  Nah, kebanyakan orang mempunyai kebiasaan tidur siang, biasanya antara jam tersebut hingga sekitar pukul 15.00.  Namun sekarang ini, dengan lazimnya berlaku 5 hari kerja, waktu pulang kantor rata-rata pukul 17.00, sehingga tidak ada lagi waktu tidur siang.

Di Jepang, sering kita temui orang yang tertidur di tempat umum, seperti halte bis, stasiun kereta, di bis, kereta api, atau mungkin diperpustakaan.  Mereka nampaknya nyaman-nyaman saja tidur diberbagai tempat ketika terserang kantuk sebelum tiba di rumah.

Sekali waktu, saya sedang duduk di kantin kampus, menikmati kopi panas bersama teman-teman, sekitar pukul 15.00 di tengah musim gugur yang mulai dingin.  Tiba-tiba, seorang gadis masuk ke kantin, duduk di kursi tidak jauh dari tempat saya dan teman-teman duduk.  Ia lalu menundukkan kepalanya sedikit, dan…. tidur.  Hebatnya, ia dapat saja tidur diantara hiruk-pikuk begitu banyak orang di kantin.

Penumpang kereta api yang memanfaatkan waktu perjalanan untuk tidur. (Foto: Ishaq)

Di waktu yang lain, saya naik kereta dari Osaka sudah agak malam.  Di perjalanan, penumpang di depan saya dengan santainya tertidur.  Kedua penumpang itu tidak peduli dengan suara kereta yang bising atau hilir-mudik orang yang lalu lalang.  Mungkin kelelahan setelah seharian beraktivitas di tempat kerjanya atau di kampusnya, jadi mereka memutuskan tidur (atau tertidur, entahlah).

Tentu saja orang Jepang merasa aman dan nyaman tidur dimana saja, karena mereka tahu barang bawaannya tidak akan diganggu atau diambil orang.  Rasa aman ini yang mungkin tidak ada di Indonesia, sehingga meskipun terserang kantuk, kita akan berpikir seribu kali untuk tidur di tempat umum.

Saya bertanya kepada seorang teman tentang kebiasaan tidur orang Jepang. Teman ini adalah orang Jepang tetapi berasal dari Fukuoka.  Jadi di Kyoto dia tinggal di apartemen yang kebetulan satu bangunan dengan apartemen saya.

Kata teman ini, sebenarnya tidak ada tradisi khusus tidur siang. Mungkin karena tuntutan pekerjaan atau kelelahan sajalah yang membuat orang mengantuk dan membutuhkan tidur sejenak.  Maka tampaklah pemandangan seperti yang selalu kita lihat.

Tentu saja, pemandangan orang Jepang tidur bukanlah sesuatu yang massif.  Pastilah orang-orang yang tertidur ini merasa kelelahan atau terserang kantuk yang tidak terduga (kita sering mengalami itu kan?), jadi mereka membutuhkan tidur sejenak.  Uniknya, karena mereka nyaman-nyaman dan tenang-tenang saja bisa tidur di berbagai tempat dan kesempatan.(*)