Jidai Matsuri, Festival Tahunan di Kyoto

Para wanita yang mengawali prosesi festival (Photo: Ishaq)

Kyoto adalah kota festival, selain juga dikenal sebagai Kota Kuil.  Untuk urusan kuil, ada puluhan kuil besar (temple) dan banyak sekali kuil kecil (shrine) bertebaran di Kyoto, dan semua terjaga baik.  Beberapa masih difungsikan sebagai tempat ibadah, namun banyak juga yang telah dinyatakan sebagai cagar nasional.

Untuk urusan festival, setiap tahunnya ada belasan event.  Informasi detailnya bisa dilihat di website Kyoto City Tourism Association.  Pada akhir Oktober ini, tepatnya tanggal 23 Oktober kemarin, baru saja dilangsungkan Jidai Matsuri atau Festival of Age.  Ini adalah salah satu festival terbesar di Kyoto, dimana sekitar 2.000 peserta terlibat.

Tentara Kerajaan pada masa Restorasi Meiji (Photo: Ishaq)

Kyoto adalah ibukota Jepang pada tahun 794 sampai 1868.  Selama periode itu, banyak perubahan yang terjadi dari masa ke masa selama kurang lebih 10 abad itu.  Festival ini menjadi semacam momentum untuk mengenang kembali (track back) berbagai masa ketika itu.  Peserta festival mengenakan busana khas dari masing-masing era.

Sayangnya, festival yang dinonton oleh ribuan orang ini tidak ada penjelasan dalam bahasa asing.  Anounser yang memberi penjelasan setiap peserta festival hanya ada dalam bahasa Jepang.  Jika saja ada penjelasan dalam bahasa asing (misalnya Inggris) tentu akan lebih menarik bagi wisatawan asing.

Menurut seorang teman Jepang, itu menjadi isu beberapa waktu lalu.  Namun, penyelenggara beranggapan bahwa rombongan wisatawan yang datang seharusnya disertai oleh guide berbahasa Inggris. Nampaknya, ini satu strategi juga.

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil.  Menonton festival budaya seperti ini sangat menyenangkan bagi orang yang tahu dan paham sejarah, tentu saja… (*)