Sibuk Dengan HP di Kyoto, Mirip di Indonesia

Sibuk Sendiri di Kereta

Saya pernah merisaukan hilangnya budaya bersosialisasi orang Indonesia.  Sekarang ini, kalau naik angkot di Makassar, orang-orang kebanyakan sibuk dengan telepon genggamnya, apalagi kalau pakai Blackberry.  Tidak ada lagi kita temukan orang ngobrol di angkot.

Ternyata kebiasaan seperti tidak jauh beda di Kyoto.  Di tempat-tempat umum, di Halte Bis, stasiun, atau di Kereta Api, orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan menyibukkan diri bersama telepon genggamnya.  Bahkan, sepasang (nampaknya) suami istri yang saya temui saat berkereta menuju daerah pedesaan dekat Biwako Shiga hari Sabtu (24/9)  lalu nampak sibuk dengan telepon masing-masing.

Saya kira, ada juga kesamaan antara gaya hidup orang-orang Jepang dan orang Makassar (Indonesia umumnya).  Inilah pengaruh globalisasi yang nyata, saya kira. (*)