Lion Air: Pelayanan Prima Yang Licik?

Hari ini saya bolak-balik Makassar-Jakarta untuk urusan mendadak.  Tentu saja mendadak, itulah sebabnya kenapa harus bolak-balik.  Saya kan tidak cukup kaya untuk ke Jakarta sekedar bolak-balik.

Tadi pagi, pukul 06.40 WITA, saya menggunakan Garuda Indonesia (GA).  Meskipun tiket GA termasuk mahal, namun pada saat-saat mendadak, harganya lebih murah dari maskapai lain yang paling murah sekalipun.  Dan, yang penting, saya bisa membeli tiketnya tanpa harus berhadapan dengan orang lagi.

Cukup dengan akses website GA, lalu reservasi, membayar via internet, dan wuuus, tiket online saya dikirim ke e-mail.  Hanya butuh sekitar 10 menit untuk semua transaksi itu.

Cara yang sama juga bisa dilakukan via Lion Air sebenarnya.  Tapi itu tadi, pada saat-saat mendadak, harga tiket Lion Air tidak lagi bersahabat.  Maka, saya memilih untuk ke Jakarta dengan GA, dan balik pada malam harinya dengan Lion Air.  Tentu saja membeli tiket Lion Air juga tidak perlu berhadapan dengan orang lagi.

Jadwal di tiket Lion Air menunjukkan penerbangan Jakarta-Makassar seharusnya pukul 20.20 WIB.  Pada saat check-in, saya bertanya kepada petugas counter apakah jadwalnya masih tetap.  Ia memberikan informasi meyakinkan kalau pesawatnya masih on schedule.

Pada saat masuk ke ruang tunggu boarding, saya melihat pemandangan aneh.  Ada makan box bertumpuk, jumlahnya kira-kira 200 atau 300-an box.  Lengkap dengan air mineral dalam kemasan.  Wah, ada yang aneh… Menurut pengetahuan saya, regulasi menyebutkan bahwa “jika delay lebih dari sejam, maskapai wajib menyiapkan minuman dan makanan ringan.  Jika delay lebih dari 2 jam, maskapai wajib menyiapkan makanan…”

Artinya? Tepat… Kemungkinan besar akan ada delay lebih dari 2 jam!

Tetapi, beberapa menit kemudian petugas di ruang tunggu boarding mengumumkan bahwa “karena keterlambatan dari Pekanbaru, maka penerbangan ke Makassar (JT 772) akan mengalami penundaan selama 30-45 menit…”

Saya bertanya langsung, apakah betul 30-45 menit?  Petugasnya menjawab iya…

Sekarang ini era komunikasi.  Saya yakin, petugas-petugas Lion Air di Jakarta sudah tahu dengan pasti dimana dan bagaimana posisi dan kondisi pesawat JT 772 sekarang. Apakah betul sudah di Pekanbaru?  Atau jangan-jangan belum lagi tiba di Pekanbaru?

Karena tahu bahwa pesawat tidak akan tiba di Jakarta dalam 2 jam ke depan, maka mereka segera menyiapkan makanan untuk “menyogok” penumpang agar tidak reseh.  Tetapi, dengan liciknya, Lion Air tidak langsung mengumumkan bahwa akan ada delay lebih dari 2 jam.  Nampaknya, Lion Air sedang menyicil informasi kepada penumpangnya.

Dalam bayangan saya, mereka akan mengumumkan dulu delay sekitar 30 sampai 45 menit.  Lalu sejam ke depan, mereka akan mengumumkan delay lagi sekitar 1 jam.  Nah, saat itu tentu penumpang mulai gelisah.  Makanan akan dibagikan, untuk menenangkan penumpang.  Lalu, kira-kira sejam kemudian barulah pesawat akan datang dan siap untuk diberangkatkan.

Saat menulis ini saya sedang menunggu.  Semoga saja khayalan saya itu tadi keliru.  Tetapi, dengan fakta-fakta yang tersaji saat ini, terutama dengan hadirnya kotak makanan berjumlah ratusan, saya yakin JT 772 akan delay lebih dari 2 jam.  Petugas-petugas sudah tahu hal itu, tetapi mereka tidak mengeksposenya kepada penumpang.

Saya kira, ini bukan bentuk pelayanan prima.  Ini adalah penipuan..!!!  Tetapi, sekali lagi, saya masih berharap semoga saya salah…