Waspada Jebakan Garansi, Kenali Jenis-jenisnya

Pertanyaan lazim yang kita ajukan sebelum membeli barang elektronik adalah: “Apakah barang ini bergaransi? Berapa lama garansinya?”.  Dan biasanya kita menjadi tenang setelah mengetahui bahwa barang itu bergaransi, apalagi jika mendengar garansi yang diberikan bertahun-tahun.  Bagi pelanggan utak-atik komputer, pasti masih ingat dengan produk memory (RAM) merk Visipro yang memberi garansi seumur hidup.

Dalam kenyataannya, garansi itu tidak berhenti sampai disitu saja.  Maksudnya, jaminan bahwa suatu produk elektronik memberi garansi bukan jaminan bahwa konsumen akan terlindungi sepenuhnya, terutama terlindungi dengan nyaman.  Apa gunanya membeli barang yang bergaransi seumur hidup, tetapi begitu rusak kita membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk proses klaimnya?

Nah, supaya tidak menjadi korban jebakan garansi, pengalaman berikut ini mungkin bisa membantu.

Beberapa waktu lalu, saya membeli Blackberry untuk istri saya.  Saya cukup tenang dengan embel-embel “garansi setahun” untuk produk tersebut.  Sekitar dua bulan dipakai, blackberry tersebut mengalami masalah, tiba-tiba mati total.  Saat akan mengklaim garansinya, kami disuruh menunggu sekitar 2 sampai 3 bulan.  Iya, proses perbaikan atau penggantian itu gratis sepenuhnya (kan masih garansi).  Tetapi menunggu 2-3 bulan? Itu sangat tidak nyaman.

Hari Sabtu kemarin (9 Oktober 2010), saya bermaksud membeli harddisk external untuk menampung back up data di laptop yang mulai membludak.  Pengalaman soal garansi blackberry itu membuat saya agak rewel soal garansi harddisk yang mau saya beli.  Dari hasil tanya sana-sini dan bacaan dari berbagai sumber, jadinya saya mengetahui ada setidaknya 3 (tiga) macam garansi untuk setiap produk elektronik yang dijual retail dan reseller, yaitu: Garansi Pabrik, Garansi Distributor, dan Garansi Toko.  Mari kita kenali masing-masing.

Garansi Pabrik, adalah jaminan perbaikan atau penggantian yang diberikan pabrik terhadap produk yang dihasilkan.  Umumnya, pabrik memberi garansi untuk waktu yang lama, bertahun-tahun hingga seumur hidup produk tersebut.  Tetapi, hati-hati: mengklaim garansi pabrik pasti sangat repot.  Biasanya, yang melakukan klaim ini adalah distributor, bukan end-user atau pemakai akhir.  Kalau kita adalah pemakai akhir, maka jangan harap kita bisa mengklaim garansi pabrik ini dalam waktu cepat.  Lagi pula, mana mungkin pabrik –yang urusannya memproduksi ratusan atau ribuan produk– mau mengurusi klaim SATU unit barang dari kita?

Garansi Distributor, yaitu jaminan purna jual yang diberikan oleh distributor (penyalur besar).  Biasanya 1 atau 2 tahun.  Jika kita membeli suatu produk yang tidak ada kantor distributornya di wilayah kita, ini juga bisa jadi masalah.  Contohnya seperti blackberry saya tadi.  Distributornya ada di Jakarta, sementara saya berdomisili di Makassar. Untuk mengklaim garansi, barang itu harus di kirim ke Jakarta.  Nah, bayangkan jika kita membeli produk yang distributornya ada di Singapura atau Kuala Lumpur atau Hongkong.

(Ketika masih di Jakarta, saya pernah mengklaim garansi laptop bermerk HP.  Dan saya disuruh menunggu sekitar 3-4 minggu, karena komponen pengganti harus diorder dari Singapura).

Garansi Toko, yaitu layanan jaminan perbaikan atau penggantian (tapi umumnya penggantian) yang diberikan oleh toko/penjual.  Masa garansinya tidak lama.  Ada yang memberi garansi 3 bulan, ada juga yang hanya 2 atau 3 hari.  Ini tergantung dari keyakinan toko terhadap kualitas barang yang dijual, kebijakan toko, dan kepedulian toko untuk memberi layanan memuaskan bagi konsumen.  Garansi toko paling menyenangkan.  Jika selama masa garansi barang mengalami bermasalah, toko akan segera bertanggung jawab, apakah memperbaiki atau mengganti dengan barang baru.  Biasanya, toko akan mengganti dengan barang baru. Sementara barang rusak itu akan diurus penggantiannya oleh toko ke distributornya.

Nah, ketika akan membeli harddisk eksternal itu, saya betul-betul teliti di persoalan garansi ini, selain tentu saja merk yang utama.  Ada yang bermerk Ovatio, dengan garansi 3 tahun.  Setelah saya selidiki, itu garansi pabrik.  Pihak toko hanya memberi garansi 3 hari.  Artinya, jika dalam 3 hari itu harddisk bermasalah, penjualnya akan langsung mengganti dengan yang baru.  Lagi pula, merk-nya Ovatio?  Ada yang pernah mendengar harddisk dengan merk itu?

Orang-orang yang computer atau techno freak pasti tahu bahwa beberapa tahun lalu pemain utama harddisk adalah Seagate dan Maxtor.  Kedua merk ini merger empat tahun lalu, atau tepatnya: “Seagate memakan Maxtor” (hehehe, istilah saya keji juga ya…) dan sekarang tinggal Seagate saja.  Saingan utama Seagate adalah WD (Western Digital) yang konon diback-up Toshiba.  Lalu beberapa pemain lain adalah Hitachi (ini yang pertama memproduksi harddisk berkapasitas 1 Terra Byte alias 1.000 GB), juga Transcend, LG, Samsung, Buffalo, dan Axio.

Saya ragu memilih Buffalo dan Axio jika tanpa garansi toko yang jelas.  Buffalo adalah merk yang tidak terkenal, sementara Axio merk yang terkenal buatan China (Anda tahulah kualitas produk China).  Untuk LG dan Samsung, sejujurnya saya kurang percaya membeli harddisk merk ini.  Serasa membeli kulkas, mesin cuci, atau TV… (hehe, sorry pengguna LG-Samsung).  Sementara untuk Hitachi, saya was-was jika pemain tidak spesialisasi di teknologi ini membuat inovasi luar biasa. 1 Terra Byte? Wow, saya hanya butuh 320 GB atau 500 GB saja.  Jadi, saya fokus ke Seagate, Transcend, atau Western Digital.

Di toko lain saya menemukan merk Transcend, dengan fasilitas anti-goncangan (shock-proof).  Garansi pabrik 2 tahun, dan garansi distributor 1 tahun.  Tetapi, pihak toko hanya memberi garansi 1 minggu.  Kami tawar-menawar. Saya minta garansi toko 2 bulan.  Pihak toko hanya bisa maksimal memberi garansi 3 minggu.  Meskipun ini barang bagus, tapi melihat penjualnya saja tidak yakin, bagaimana saya bisa yakin?

Setelah mengelilingi beberapa toko, saya mentok di toko ini, yang menawarkan harddisk merk Seagate, kapasitas 500 GB. Pertama-tama, tentu saya bertanya-tanya soal keunggulan harddisk ini (jangan pernah bertanya soal kekurangannya, penjual pasti bilang tidak ada).  Lalu, pembicaraan selanjutnya soal garansi.  Penjual ini nampak sangat yakin dengan dagangannya. Ia memberi jaminan garansi toko 3 bulan, selain garansi distributor 1 tahun.  Saya tidak perlu tahu berapa lama garansi pabrik, sebab itu adalah urusan distributor.

Saya bertanya, “Bapak berani sekali memberi garansi 3 bulan”.

Ia menjawab, “Ya, ini adalah Seagate. Siapa yang meragukannya?  Lagi pula, kalau harddisk ini rusak di tangan Anda dalam waktu 3 bulan itu dan saya memberikan pengganti yang baru, toh saya tetap akan memperoleh pengganti yang sama dari distributor kan?”.

Lalu saya bertanya lagi: “Kalau begitu, kenapa Anda tidak memberikan garansi toko selama garansi distributor? Toh akan diganti juga kan?”

Jawabnya: “Oh, tidak. Jika sudah lama digunakan, distributor akan berpikir itu bukan kesalahan produksi, tapi kerusakan pemakaian. Biasanya, itu tidak langsung diganti, tapi diperbaiki dulu. Kalau gagal diperbaiki, baru diganti baru”.

Wah, si penjual sangat transparan. Saya tentu saja segera menimbang-nimbang untuk membeli produk ini.  Saat menimbang-nimbang itulah, si penjual mengeluarkan rayuan paling pamungkasnya: “Saya saja pakai type ini, pak…”, katanya sambil mengambil harddisk eksternal yang dia gunakan.

Saya kira, sudah saatnya saya percaya, dan memutuskan mengambil merk ini. Buat merk yang lain, bukannya kalian tidak bagus, tapi penjual kalian yang tidak meyakinkan…***

Harddisk Eksternal, 500 GB, Seagate.