SCL (1): Apakah Mahasiswa Malas Membaca Buku?

Sejak beberapa waktu lalu, kami dosen-dosen Unhas didorong untuk adopsi Student Centered Learning (SCL) dalam mengajar. Asumsinya, mahasiswa itu orang dewasa yang mampu mengenali harapannya. Selain itu, sumber informasi sekarang tersebar massiv dan mudah dijangkau. Dosen bukan lagi sumber pengetahuan, melainkan lebih berfungsi sebagai “manajer kelas”.

Maka saya melibatkan mahasiswa dalam sebagian besar mata kuliah, dengan metode yang sejujurnya masih “trial and error”. Pada tiga kelas berbeda, saya coba terapkan 3 metode belajar berbeda. Dan sepertinya, saya sudah bisa menduga metode mana yang bisa dikembangkan lagi. Ow, ya… Ketiga kelas berlangsung pada jam 13.00, saat-saat dimana situasi cozy dan lazy menyerang.

Di kelas pertama, saya mewajibkan mahasiswa membaca tentang topik yang akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya. Sumbernya terserah mereka (saya percaya, beberapa mahasiswa memiliki lebih banyak sumber dibanding saya). Untuk memastikan mereka membaca, mahasiswa wajib membuat resume sekitar 2-3 hal tentang isu apa yang perlu menjadi perhatian di topik itu. Ini semacam proses identifikasi dan “raising” isu.

Mahasiswa yang tidak membuat resume berarti tidak membaca. Jadi dia tidak boleh mengikuti kelas. Selanjutnya, saya akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab. Harapan saya, akan ada perbedaan pendapat agar terjadi diskusi, tetapi itu tidak pernah terjadi.

Sejujurnya, kelas berlangsung “agak-agak membosankan”. Saya tidak melihat antusiasme mahasiswa. Tidak ada perdebatan, bahkan mereka cenderung menunggu saya menjelaskan lebih banyak. Saya agak heran, karena dikelas ini ada mahasiswa yang pernah ikut lomba English Debat… Hehehe…

Pada saat membaca resume-resume yang mereka buat, barulah saya menduga-duga penyebab “tidak hidup”-nya kelas. Mahasiswa membuat resume (artinya membaca bahan-bahan) dari sumber-sumber instan. Dari koran online, blog, dan wiki. Bahkan ada beberapa resume yang copy-paste.

Saya bertanya-tanya, kenapa tidak ada yang membaca buku?