Bahaya Mengancam Tamalanrea

Bagi yang tinggal, atau bekerja, atau kuliah, atau mungkin sering melintasi kawasan Tamalanrea, akhir-akhir ini tentu sering mengeluh soal kepadatan lalu lintas. Ya, awalnya hanya kadang-kadang saja lalu lintas di jalur setelah jembatan Tello, depan M-Tos, hinnga BTN Antara itu padat. Tapi lama-lama, kepadatan itu berubah menjadi macet, terutama pada jam-jam sibuk.

Padatnya jalan memaksa pengendara menggunakan trotoar

Tiga tahun lalu gejala macet ini tidak pernah dirasakan. Tamalanrea yang dalam berbagai kesempatan diperkenalkan sebagai kawasan pendidikan dan pemukiman, mulai diramaikan oleh pembangunan rumah toko (ruko). Lalu Makassar Town Square (M-Tos) juga dibangun. Ruko juga makin bertambah lagi tanpa kendali.

Sebelumnya, di Tamalanrea sudah banyak kampus, termasuk kampus Unhas yang mahasiswanya sekitar 30 ribuan. Sudah banyak perkantoran dan sarana fasilitas pendukung, termasuk juga Rumah Sakit skala regional. Juga sudah ada banyak perumahan dan kawasan pemukiman.

Menariknya (atau goblognya? Atau gilanya? Tidak jelas istilah apa yang pas), hanya SATU jalan poros yang menjadi sarana transportasi di kawasan ini. Siapa saja yang akan masuk atau keluar Tamalanrea hanya bisa menggunakan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Tanpa banyak penjelasan (dan even a fool can see), jalan ini pasti mengalami overload pada waktu-waktu tertentu, bahkan mungkin juga pada jam normal. Setiap hari, pengguna jalan ini dapat dipastikan tersiksa lahir bathin jika sudah berada di sekitar M-Tos. Bisakah saya memilih jalan lain agar tidak terjebak dikeruwetan ini? Tidak bisa. Ini satu-satunya jalan. Kita bisa lewat tol, tetapi itu berarti memutar jauh dengan jarak kira-kira 3 kali lipat….dan, tentu saja, membayar tol…

Situasi ini sudah hampir setahun. Tapi belum ada tanda-tanda akan dibangun jalan baru di sisi Unhas menuju Tol (agar kita tidak memutar jauh), atau memperbaiki jalan tembus BTP – Antang, agar kita ada pilihan. Yang justru tampak adalah pembangunan mall baru (Plaza Tamalanrea), pembangunan ruko-ruko baru, dan makin tingginya tingkat hunian ruko-ruko tersebut.

Maka, akses menuju dan dari Tamalanrea hari ini adalah kawasan yang sangat tidak nyaman. Jangan berharap bisa leluasa melewati jalan-jalan ini. Apalagi kalau hujan turun dan membuat genangan di jalan-jalan raya yang selalu saja terjadi.

Saya sangat yakin, dalam satu atau dua tahun mendatang Tamalanrea sedang menghadapi bahaya besar: kemacetan total. Ini dapat dipastikan terjadi, kecuali jika segera dibuat akses alternatif disini. Dan itu harus dilakukan sekarang…

Powered by Telkomsel BlackBerry®