Lindungi TNI dari Begal Makassar
Hari-hari ini aksi begal Makassar kembali menjadi sorotan. Isu lama, sebenarnya. Akan tetapi, nampak jelas dalam setidaknya dua tahun terakhir ini, Walikota Makassar tidak menganggap begal sebagai masalah serius.
Ishaq Rahman, Dosen Hubungan Internasional, Peneliti Center for Peace, Conflict, and Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin
Hari-hari ini aksi begal Makassar kembali menjadi sorotan. Isu lama, sebenarnya. Akan tetapi, nampak jelas dalam setidaknya dua tahun terakhir ini, Walikota Makassar tidak menganggap begal sebagai masalah serius.
Selasa, 21 Januari 2014, ada pernyataan “menyakitkan” dari Walikota Makassar, terbaca di Tribun Timur Online (di link ini). Menyikapi banyaknya jalan yang rusak di Kota Makassar, Walikota berkata: “itu hal yang wajar”. Ya, wajar karena sekarang musim hujan dan wajar karena tidak ada anggaran untuk perbaikan. Jadi, jalan rusak itu wajar, kata Walikota Ilham.
Apakah ketika mencalonkan diri periode kedua, IASMO ada menuliskan target jumlah “jalan rusak” yang akan mereka capai hingga akhir periodenya? Tentu saja tidak ada. Justru, yang ada pada dokumen visi-misi IASMO adalah mewujudkan Makassar sebagai “kota bermartabat” (hal. 7). Juga ada program prioritas: “pembangunan infrastruktur, diantaranya adalah pembangunan dan pemeliharaan jalan, drainase, dst…” (hal. 9).