Beda Paham Soal Pembayaran di Family Mart

Hari ini saya mengalami satu pengalaman berkesan. Pagi-pagi, sekitar pukul 9.30, saya bermaksud membeli paket SmartPit untuk mengirim sms murah ke Indonesia. Karena paket ini mau digunakan oleh saya dan istri, maka saya bermaksud membeli dua, masing-masing 1.100 Yen. Setelah memastikan nomor SmartPit telah aktif, saya menuju Family Mart, salah satu kombini yang tidak jauh dari apato.

Ilustrasi, original link taken from here http://bit.ly/PLiFxr

Di Family Mart, saya berurusan dengan mesin untuk meregistrasi paket yang akan dibeli, lalu menuju kasir untuk membayar. Untunglah, mesin ini berbahasa Inggris. Nah, di kasir inilah sempat terjadi salah paham.  Saya bermaksud membeli dua paket SmarPit, masing-masing 1.100 Yen. Jadi saya menyerahkan 2.200 Yen.  Oleh kasir, dia memproses satu-satu demi satu. Setelah menyelesaikan proses untuk yang pertama, dia mengambil uang 2.200 Yen yang letakkan di depannya.  Lalu setelah memproses yang kedua, dia meminta saya untuk membayar lagi 1.100 Yen.

Saya katakan, sudah saya bayar tadi 2.200 Yen, dan sudah dia masukkan ke Cash Register. Dia merasa baru menerima 1.100 Yen. Kami sempat berdebat sedikit. Saya menjelaskan bahwa karena saya akan membeli dua paket, jadi saya memberinya sekaligus 2.200 Yen. Dia tetap merasa bahwa dia baru menerima 1.100 Yen saja.  Maka datanglah seseorang (yang mungkin supervisor atau manager toko).  Mereka berbicara dalam bahasa Jepang yang tidak saya mengerti.  Setelah itu, si kasir berkata kepada saya: “Okay, I will investigate it…”.

Waduh, bayangan saya, investigasi ini berarti dia akan melihat berapa saldo yang ada di catatan Cash Register, lalu dia akan menghitung berapa banyak uang yang ada di Cash Register.  Jika jumlahnya sama, artinya saya harus membayar lagi 1.100 Yen. Tetapi, jika jumlah uang di mesin itu lebih 1.100 Yen, maka saya tidak perlu membayar lagi.

Saya tidak hirau dengan jumlah uangnya. Tetapi saya khawatir dengan waktu penghitungan uang tersebut.  Apalagi, ketika proses hitung itu akan dia mulai, saya lihat banyak sekali uang disitu, termasuk juga uang-uang koin.  Bayangan saya, proses hitung ini bisa makan waktu minimal 30 menit, bahkan mungkin bisa lebih. Sebab, biasanya, untuk memastikan akurasi hitungan uang, orang-orang akan menghitung beberapa kali.

Akan tetapi, dugaan saya ternyata keliru. Kasir ini mengawali proses hitung dengan mengambil semacam timbangan digital. Dia lalu mengambil 3 lembar uang 10.000 Yen, meletakkannya di timbangan, dan di display nampak tertulis angka 30.000 Yen. Ini adalah proses benchmark nampaknya. Karena setelah itu, ia mengambil lagi uang dalam jumlah banyak dari cash register dan menempatkannya di timbangan digital tersebut.  Setelah semua jenis uang dia timbang, tampak jumlah totalnya. Lalu dia melirik ke display cash register-nya. Setelah itu, ia menunduk kepada saya dan berkata: “gomennasai….gomennasai…”

Nampaknya, dari hasil “investigasi” ini, ada selisih 1.100 Yen antara jumlah uang dengan catatan cash register.  Dan, proses hitung-hitungan tersebut berlangsung tidak sampai 5 menit.  Saya mengucapkan terima kasih. Dan hingga saya berlalu dari toko ini, sang kasir tidak henti-hentinya berucap “gomennasai…gomennasai…” sambil terus-menerus membungkukkan badan.***