Tanggal Ulang Tahun, Ruang Personal Yang Tersisa

Sejak Facebook diluncurkan Februari 2004, ada perubahan orang dalam mengucapkan selamat ulang tahun: via wall di Facebook.  Tentu saja, orang yang berulang tahun harus memajang tanggal lahirnya dan men-set-nya untuk ditampilkan.

Gambar diambil dari link ini. Hak milik pada sumber aslinya.

Dewasa ini, banyak sekali teman-teman di Facebook sebenarnya bukan teman.  Mereka menjadi teman, hanya karena Facebooknya teman.  Mungkin pandangan saya konservatif.  Bagi saya, teman itu adalah seseorang yang kita kenal dalam dunia nyata, sebab dia adalah sosok yang lebih dari “kenal” atau “tahu nama”.

Pada tahun 2008, saya memajang tanggal sembarang untuk tanggal lahir saya.  Ketika tanggal itu tiba, banyak sekali ucapan “Selamat Ulang Tahun” ditambah banyak embel-embel kalimat lebay.  Sekitar 2 bulan kemudian, kembali saya mengganti tanggal ulang tahun dengan tanggal baru, kira-kira seminggu ke depan.  Dan, wall kembali penuh dengan ucapan selamat ulang tahun.

Bagi saya, salah satu indikasi bahwa seseorang itu adalah teman saya, dia mengingat hal-hal personal tentang saya.  Ulang tahun adalah salah satunya.  Dan, saya juga selalu menganggap seseorang itu teman, karena mengingat ulang tahunnya.  Maka, sebenarnya saya tidak punya banyak teman.

Adalah sangat mengharukan, ketika menerima ucapan selamat ulang tahun dari seseorang.  Sebab kita tahu, bahwa itulah wujud perhatian terbaik yang bisa dia berikan.  Saya ingin menjaga momentum keharuan itu.  Maka, saya tidak pernah memajang ulang tahun saya di Facebook.

Kumpulan pemberi ucapan selamat ulang tahun di Wall Facebook kita, tidak lebih dari orang-orang asing, yang menggunakan topeng teman kepada kita.  Bukankah Facebook itu sendiri artinya adalah Wajah Buku?  Dimana-mana, banyak sekali buku yang hanya manis dan cantik di wajah (sampul), tapi isinya sampah. Hehe…