Penting dan Terabaikan: Hubungan Indonesia-India

Presiden SBY melakukan kunjungan kenegaraan ke Indi pada 24-26 Januari 2011.  Selain agenda diplomasi bilateral, SBY direncanakan menjadi salah satu tamu utama (chief guest) dalam peringatan Hari Kemerdekaan India pada tanggal 26 Januari 2011.  Inilah kunjungan kedua Presiden SBY ke India, dan kunjungan keempat Presiden RI ke negeri seribu gajah tersebut dalam 10 tahun terakhir.

Bagi Indonesia, India bukanlah “orang” lain.  Sejarah perjuangan dan masa-masa awal kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peranan India.   Presiden pertama kedua negara (Soekarno dan Jawaharlal Nehru) memiliki komitmen anti penjajahan yang sama.  Ketika Indonesia menghadapi Agresi Militer Pertama (1947) dan Kedua (1948), India secara aktif melakukan kampanye internasional menentang serangan tersebut.

Hubungan erat India – Indonesia mencapai puncaknya ketika kedua negara menjadi tuan rumah bersama Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung tahun 1955.  Setelah itu, India juga berperan mendukung kampanye untuk pengembalian Irian Jaya ke pangkuan Indonesia pada tahun 1961.  Melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) India mensponsori resolusi yang mendorong perundingan damai Belanda – Indonesia terhadap masalah ini.

Sayangnya, kedekatan historis kedua negara (yang juga terus tergambar dalam saling dukung secara politik pada berbagai forum multilateral), ternyata belum mampu ditingkatkan dalam bentuk hubungan bilateral yang lebih nyata, terutama dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya.  Indonesia cenderung mendekatkan diri dengan China, suatu kekuatan baru yang kini menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya Asia Pasifik.(bersambung)