Ahok, Tersangkapun Tetap Calon Gubernur

Jika saja dalam waktu dekat ini Ahok ditetapkan sebagai tersangka, bagaimana statusnya sebagai calon dalam ajang Pilgub DKI? Tidak ada yang berubah. Ahok akan tetap saja menjadi calon, tetap saja akan dipilih oleh warga yang menyukai gaya kepemimpinannya, dan bisa jadi ia akan kembali menjadi Gubernur DKI untuk periode kedua.

Begitulah perkawinan sistem hukum dan sistem politik kita. Aturan Pilkada menyebutkan seseorang calon dibatalkan status calonnya, jika ia telah berstatus terpidana.  Artinya, ia telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan.  Jika statusnya masih terdakwa, atau tersangka, tidak mengubah apapun. Apalagi baru status terperiksa seperti yang telah disandang Ahok saat ini.

[rpi]

Sementara itu, proses dari seseorang ditetapkan sebagai tersangka bisa makan waktu berbulan-bulan, bahkan bisa bertahun-tahun, sebelum ia menjalani sidang pengadilan. Sidang juga bisa berlangsung lama sebelum ia diputuskan bersalah, dan dijatuhi hukuman.

Tahapan Pilkada DKI kini berada pada masa kampanye dan debat publik. Tahapan ini berlangsung hingga 11 Februari 2017. Setelah masa tenang, pemungutan suara akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Artinya, masih ada waktu sekitar 3 bulan sebelum warga Jakarta menunjukkan keputusan politiknya di bilik suara.

Ahok Dalam Pilgub

Jika selama masa tiga bulan ini Ahok belum dijatuhi hukuman, maka ia tetap calon gubernur DKI Jakarta. Ia tetap memiliki peluang untuk terpilih sebagai Gubernur DKI.

Mungkinkah dalam waktu tiga bulan ini Ahok akan menjadi terpidana? Tentu saja, ini kalkulasi hukum dan politik. Kita semua paham, hukum di Indonesia tidak bebas dari pengaruh politik. Ada pelaku kejahatan yang bisa diproses cepat, namun ada juga yang butuh proses panjang. Bahkan, secepat-cepatnya proses hukum, belum pernah saya mendengar ada kasus tindak pidana yang diproses dalam waktu tiga bulan sejak dari pemeriksaan terduga, penetapan tersangka, terdakwa hingga terpidana. Mungkin proses ini hanya berlaku untuk tindak pidana ringan.

Maka, kita akan kembali menyaksikan tampilnya seseorang yang berstatus tersangka dalam kontestasi politik.  Hal ini selalu saja menjadi sorotan dari waktu ke waktu namun terus saja kita lakukan.(*)