Aksi Kekerasan Mahasiswa Makassar di Halaman Depan Koran Lokal Solo

Pagi ini, Sabtu, 11 Desember 2010, pukul 05.30 WIB, saya meninggalkan Hotel Sahid Solo menuju Bandara Adi Sumarmo. Saya akan kembali ke Makassar setelah tiga hari di sini.

Di meja counter Sriwijaya Air, tersedia puluhan koran hari ini, yang nampaknya disediakan khusus untuk penumpang. Saya terlebih dahulu melakukan check-in sebelum mengambil satu koran JOGLO-SEMAR tersebut. Kepada petugas counter, dengan suara yang sengaja dikeras-keraskan, saya berkata: “Iya, betul… Makassar!” saat ia mengkonfirmasi tujuan saya, seperti tertera di tiket.

Beberapa penumpang yang telah check-in melirik. Saya yakin, tidak ada satupun dari mereka yang akan ke Makassar. Jadi saya cukup bangga juga ketika dilirik-lirik seperti itu.

Saat selesai check-in, sayapun mengambil satu koran di meja counter tersebut. Dan masya Allah, alangkah surprisenya ketika melihat foto, bahkan dua foto, di halaman depan koran ini. Sekumpulan mahasiswa sedang beraksi merusak pos polisi. Foto disebelahnya adalah sekumpulan mahasiswa yang sedang merusak sebuah sepeda motor.

Di caption foto tertulis begini:
MAHASISWA MENGAMUK – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar merusak pos polisi saat berunjuk rasa memperingati hari HAM Sedunia di Makassar, Jum’at (10/12) (foto kiri). Massa juga merusak motor milik seorang polisi. Unjuk rasa itu sendiri meminta agar kasus pelanggaran HAM di Indonesia segera dituntaskan termasuk kasus penembakan sejumlah mahasiswa saat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi pada Kamis (9/12) lalu.

Saya jadi sangat malu dengan lirik-lirik dari penumpang lain tadi.

Powered by Telkomsel BlackBerry®