Arena Skateboard di Karebosi Menyedihkan

Adakah yang membayangkan bahwa Arena Skateboard di Karebosi (yang konon kompensasi dari pengelola Karebosi Link) kondisinya sekarang hancur, mirip kandang babi? Lokasinya persis di sisi kanan podium upacara. Dan usianya pun belum genap setahun.

[slideshow]

Sore ini saya menyempatkan singgah di Karebosi Link, setelah seharian hang out keluarga (saya, istri, dan Zidan anak kami). Karena tertarik dengan aktivitas anak-anak main skateboard di Arena yang disediakan di sekitar situ, Zidan ngotot singgah. Kebetulan saya membawa kamera DSLR, jadi saya pikir anak-anak main skateboard bisa jadi obyek menarik. Sekaligus saya bisa belajar teknik panning. (Foto-foto hasil jepretan di posting terpisah).

Begitu memasuki areal tempat beberapa anak belasan tahun sedang bermain skateboard, alangkah kagetnya saya melihat kondisinya. Jalur dan landasan melengkung di kedua ujung arena itu terbuat dari papan tripleks, sudah lapuk-lapuk dan berlubang parah di beberapa tempat. Beberapa batang besi yang biasa menjadi tempat atraksi teknik sliding patah dan berkarat.

Istri saya bebincang-bincang dengan salah seorang anak-anak disitu. Mereka heran mengapa arena ini seolah terbengkalai, padahal setiap sore selalu ramai digunakan oleh komunitas skateboard Makassar. Dulu pernah direnovasi. Tapi renovasi yang dimaksud itu hanya membalik tripleks saja, sehingga hanya kelihatan baru.

Pernah sekali waktu ada pertandingan skateboard di sini. Arena inipun dibenahi. Dan memang kelihatan sangat bagus, sehingga saat pembukaan event, para pejabat nampak bangga Makassar telah punya arena skateboard. Tapi, ketika pertandingan sedang berlangsung, papan tripleks tempat meluncur itu jeblok dan lubang!

Seorang anak di situ (usianya saya perkirakan sekitar 13-an tahun) menyatakan keheranannya. “Ini kan arena outdoor. Saya heran kenapa jalur dibuat dari tripleks. Harusnya dari betom saja. Kalau tripleks begini pasti setiap enam bulan harus diganti karena cuaca,” ujarnya.

Dinas mana yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan arena ini? Di sisi arena ada papan pengumuman tentang Tata Tertib Penggunaan Arena Skateboard itu. Di bawahnya ada tulisan: Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Makassar.

Saya tiba-tiba bertanya dalam hati: “Mengapa cara berpikir remaja ABG ini bisa lebih paten dari pejabat-pejabat di Pemkot Makassar?”. Saya kira, jawabannya sederhana. Anak ini berpikir dengan tulus, ingin melihat arena permanen bagi minat skateboardnya. Ia tidak berpikir akan dapat keuntungan berapa dengan pembangunan arena ini…

Powered by Telkomsel BlackBerry®