Orang-orang Gila di Sekitar Kita

Entah dimana, tapi saya pernah membaca kalimat ” menurut statistik kegilaan satu dari empat orang di dunia mengalami masalah gangguan mental”. Setelah mencari-cari, saya dapatkan kutipan satire dari Rita Mae Brown: “The statistics on sanity are that one out of every four people is suffering from a mental illness. Look at your 3 best friends. If they’re ok, then it’s you.”

Mae Brown mungkin sedang berolok-olok. Atau bisa jadi, dia sedang alami gangguan mental. Kegilaan memang situasi yang tampak kompleks, berkaitan dengan struktur normal dan tidak normal. Pertanyaan besarnya adalah: apakah yang normal itu?

Kita hidup di dunia dimana nilai, norma, dan adab telah bertautan dan nyaris berantakan. Anda bisa saja masuk di kantor A menggunakan sendal jepit dan Anda akan dianggap gila. Tapi ketika Anda masuk di kantor B menggunakan separu kulit pantofel yang mentereng, Anda bisa dianggap gila.

Uniknya, bisa saja lokasi kantor A dan B ini berdampingan.

Ada anggapan bahwa hal normal adalah hal yang dilakukan banyak orang. Ketika Anda tidak melakukannya, Anda tidak normal. Batasnya akan carut-marut dengan nilai benar dan salah, dengan baik dan buruk.

Banyak hal salah dan buruk dilakukan banyak orang sebagai hal normal. Apakah ini tidak bentuk kegilaan lain?

Untungnya, saya menemukan kutipan dari Oscar Levant: “kegilaan dan jenius itu garis pemisahnya sangta tipis”. Kalau garis ini kita hilangkan, situasi apa yang kita temukan?

Mari minum kopi…