Strategi Legal Mencuri Hasil Pemilu Presiden

Sampai 5 hari menjelang pengumuman KPU, kubu Prabowo-Hatta masih yakin bahwa mereka menang. Di sisi lain, kubu Jokowi-JK juga sama yakinnya. Perkembangan terakhir saat postingan ini saya buat adalah:

Seperti diberitakan detiknews.com, hari Jum’at (18/7) kubu Prabowo-Hatta mengadakan syukuran karena menang dengan selisih 1.6%. Ini bukan berita main-main (beritanya disini).

Padahal, berdasarkan hasil rekap yang dikerjakan oleh ratusan relawan di www.kawalpemilu.org, Jokowi-JK unggul dengan selisih perolehan 5,68% versi rekap C1, atau selisih 4.44% versi rekap DA1.

Tentu saja ini latar belakang yang “menegangkan”, sebab kubu Prabowo-Hatta (terutama Hasjim Djojohadikusumo) tidak sedang bercanda dengan 1.6% itu, sebagaimana juga informasi yang ada di www.kawalpemilu.org juga merupakan hasil olahan data dari “sumber resmi”, yaitu website KPU.

Bagaimana kita memahami konstruksi klaim-klaim ini? Dimana potensi untuk “memainkan” suara masih bisa terjadi, padahal keterlibatan publik dalam mengawal perhitungan suara ini begitu ketat?

Read More