Archives January 2016

Prioritas dan Zona Nyaman

Saya hormat dengan orang-orang yang dapat memilih tindakan dan mendahulukan hal penting dalam hidup sehari-hari. Ada banyak hal ingin kita lakukan, tetapi pada akhirnya kita harus mendahulukan prioritas.

Stephen Covey, penulis terkenal dengan karyanya pada 1989 (yang layak disebut masterpiece itu) “The Seven Habits of Highly Effective People” berkata:

The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities… (Yang penting bukanlah memprioritaskan hal-hal yang ada dalam jadwalmu, tetapi menjadwalkan hal-hal prioritasmu).

Maksud Covey jelas. Jika sebagian orang menanggap bahwa seluruh hal adalah penting dan kita harus menjadwalkannya, ia malah menganggap bahwa hal-hal penting itulah yang seharusnya dijadwalkan. Kita harus rela menyingkirkan hal nyaman tapi tidak penting, dan bukannya menyingkirkan hal penting tapi tidak nyaman.

Inilah tantangannya…

Kegagalan menjadwalkan hal prioritas, dari pengalaman saya, selalu berkaitan dengan zona nyaman: pada saat keasyikan melakukan sesuatu, kita lupa bahwa ada hal lain yang seharusnya lebih penting. Mungkin, keengganan keluar dari zona nyaman inilah yang mendorong Covey menulis buku “Primero Lo Primero” (First Things First) pada 1993. Dahulukanlah hal-hal penting, sebelum kita kehabisan waktu. Ketika itu, hal yang awalnya penting saja bisa berubah menjadi penting dan mendesak.

Begitulah. Ada beragam hal penting yang seharusnya menjadi prioritas bagi setiap orang. Sebagian orang percaya bahwa prioritas hidup adalah cita-cita hidup, dimana ia hendak menjalaninya untuk waktu lama, bahkan mungkin selamanya.

Mike Tyson, sang petinju leher baja itu, sekali waktu berkata:

“I intent to fight, and I want to win. But my priorities are basically to be a good brother and a strong one, and try to be a good father one day”.

Beberapa tahun kemudian, Tyson dikaruniai 8 orang anak. Pada tahun 2009, Exodus Tyson, anak perempuannya yang berusia 4 tahun tewas akibat kecelakaan terlilit kabel alat gym di rumah. Mike Tyson, petinju dingin yang seringkali menjatuhkan lawan di ring dalam hitungan detik itu, frustrasi berat. Ia mengalami salah satu masa terberat dalam hidupnya. Baginya, prioritas hidup adalah cita-cita hidup itu sendiri.

Akhirnya, tindakan kita sejatinya merupakan ekspresi prioritas kita dalam hidup, begitu kata Mahatma Gandhi (“action expresses priorities”). Kita akan memprioritaskan hal-hal yang kita anggap penting dan berguna. Jika seseorang melakukan sesuatu, bisa jadi itulah hal prioritas baginya. Meskipun bagi kita sebaliknya. Selamat menikmati akhir pekan…

View on Path