Archives December 2010

Suatu Sore di Studio Gamasi FM 105,9 MHz

Saya berkesempatan mengunjungi Studio Radio Gamasi FM di Kompleks Marinda, Rappocini, Makassar. Ini adalah untuk pertama kalinya saya berkesempatan datang ke studio radio ini. Apa yang saya temukan jauh dari apa yang selama ini saya (dan banyak orang) bayangkan tentang Gamasi FM.

Gelombang 105,9 FM adalah radio dangdut. Begitu pandangan sebagian orang. Ada juga yang beranggapan “ah, ini radio orang kampung-kampung. Nenekku ji yang dengar di rumah”. Sebagian lagi ada yang berpikir, dari namanya saja, ini jelas radio dengan segmen masyarakat menengah ke bawah.

Tetapi, apa yang saya temukan di studio radio ini, bahkan ruang siarnya, sungguh jauh dari bayangan tersebut. Banyak nara sumber berbobot pernah hadir disini. Mulai dari Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD, dan banyak lagi pernah hadir disini.

Ruang siarnya saya anggap canggih. Ada beberapa layar komputer dengan fungsi macam-macam, termasuk layar khusus untuk membaca SMS. Alat siarnya juga canggih. Sound filternya sangat halus memproduksi suara.

Saya kira, pengalaman sore ini telah membuka pandangan baru tentang Radio Gamasi. Paling tidak, radio ini mempunyai pendengar fanatik, para sambalu Gamasi. Mari ki’ di’…. ***

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Masalah Koneksi WordPress dengan Facebook

Selama ini saya mengkoneksikan account wordpress dengan facebook. Maksudnya agar proses publikasi setiap postingan melalui wordpress lebih efisien, karena bisa langsung tampil di wall facebook saya.  Tetapi, sejak mengganti password facebook beberapa waktu lalu (sesuai saran dari entah siapa di facebook yang katanya untuk melindungi account kita dari pencurian password), kedua wesbite ini sepertinya tidak lagi konek.

Saya mencoba melakukan beberapa koreksi, dan postingan ini hanya untuk menguji apakah koneksi itu telah bekerja kembali.***

 

Ardath Terakhir (in the world?)

Saya mengunjungi toko langganan mmembeli rokok Ardath sore ini. Seperti biasa, saya bermaksud membeli 1 slop (isinya 10 pack). Tapi kata penjualnya, tidak ada lagi stoknya. Yang tersisa hanyalah yang ada di lemari kecil pajangan.

Jadi, saya membeli semuanya (kebetulan jumlahnya pas 10 pack). Sambil saya bertanya, apakah mungkin masih ada stock baru lagi dari distributornya. Kata penjualnya, sepertinya ini stock terakhir.

“Saya meminta supaya dibawakan lagi rokok ini,” penjualnya penjelaskan, “tapi kata distributor itu sudah tidak ada lagi. Stock terakhir yang dia bawakan itu diambil dari pajangan di kantor distributor. Jadi betul-betul sudah habis”.

Wah, nampaknya saya berhenti merokok. Sebenarnya, untuk mengantisipasi berhentinya Ardath berproduksi, saya sudah mencoba beberapa merk rokok. Tapi tidak ada yang berhasil…

Yah, mungkin ada hikmahnya kelak… ***

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Aksi Kekerasan Mahasiswa Makassar di Halaman Depan Koran Lokal Solo

Pagi ini, Sabtu, 11 Desember 2010, pukul 05.30 WIB, saya meninggalkan Hotel Sahid Solo menuju Bandara Adi Sumarmo. Saya akan kembali ke Makassar setelah tiga hari di sini.

Di meja counter Sriwijaya Air, tersedia puluhan koran hari ini, yang nampaknya disediakan khusus untuk penumpang. Saya terlebih dahulu melakukan check-in sebelum mengambil satu koran JOGLO-SEMAR tersebut. Kepada petugas counter, dengan suara yang sengaja dikeras-keraskan, saya berkata: “Iya, betul… Makassar!” saat ia mengkonfirmasi tujuan saya, seperti tertera di tiket.

Beberapa penumpang yang telah check-in melirik. Saya yakin, tidak ada satupun dari mereka yang akan ke Makassar. Jadi saya cukup bangga juga ketika dilirik-lirik seperti itu.

Saat selesai check-in, sayapun mengambil satu koran di meja counter tersebut. Dan masya Allah, alangkah surprisenya ketika melihat foto, bahkan dua foto, di halaman depan koran ini. Sekumpulan mahasiswa sedang beraksi merusak pos polisi. Foto disebelahnya adalah sekumpulan mahasiswa yang sedang merusak sebuah sepeda motor.

Di caption foto tertulis begini:
MAHASISWA MENGAMUK – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar merusak pos polisi saat berunjuk rasa memperingati hari HAM Sedunia di Makassar, Jum’at (10/12) (foto kiri). Massa juga merusak motor milik seorang polisi. Unjuk rasa itu sendiri meminta agar kasus pelanggaran HAM di Indonesia segera dituntaskan termasuk kasus penembakan sejumlah mahasiswa saat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi pada Kamis (9/12) lalu.

Saya jadi sangat malu dengan lirik-lirik dari penumpang lain tadi.

Powered by Telkomsel BlackBerry®